SPPG Tulakan Klarifikasi: 48 Dapur MBG Pacitan Belum Punya PBG-SLF, Target 15 Oktober Harus Progres
PACITAN, http://Radar-Bangsa.com — Menanggapi isu terkait dapur MBG, pihak SPPG Ghania Tulakan memberikan klarifikasi terkait temuan di lapangan dan status perizinan.
Terkait temuan menu yang habis lebih dulu, pihak SPPG menyebut itu bukan dari menu utama.
"Yang pertama terkait menu buah/hidangan kita sudah habis pertama di hari Senin kalau nggak salah di hari Rabu. Itu bukan bagian menu. Berarti di situ kurangnya pengawasan di distribusi," ujarnya.
Soal Perizinan,Ada Kebijakan PSN Percepatan
Pihak SPPG menjelaskan saat ini sudah mengantongi SLHS dan Sertifikat Halal. Sementara HACCP masih on progress. Uji lab air juga sudah dilakukan.
Untuk PBG dan SLF, SPPG menyebut belum ada satupun dari 48 dapur MBG di Pacitan yang sudah selesai.
"Memang dari 48 dapur yang running di Pacitan belum ada satupun dapur yang berhasil mengurus PBG dan SLF. Kami paham terkait dengan perizinan itu," jelasnya.
Ia menyebut ada kebijakan khusus karena ini program PSN.
"Seharusnya SLHS itu keluar setelah PBG dan SLF. Tapi karena ini program nasional, Kepala Dinas Perizinan memberikan kebijakan bahwa SLHS-nya bisa diterbitkan sambil proses running pengurusan PBG dan SLF," terangnya.
SPPG juga menyebut ada target dari Pemda.
"Dari pihak prediksinya kita pun juga diberikan target maksimal tanggal 15 Oktober itu semua dapur harus sudah berprogres," katanya.
Syarat Warga Sudah Dipenuhi
Terkait persetujuan warga, SPPG menyebut sudah memenuhi.
"Benar yang dikatakan Mas Sony terkait syarat pengurusan itu memang ada surat keterangan usaha yang ditandatangani dari beberapa warga sekitar. Itu memang ada dan itu kita juga penuhi semuanya," katanya.
SPPG juga memastikan operasional tetap berjalan karena sudah ada izin pokok dari BGN yaitu SLHS, HACCP, dan Halal
Hingga berita ini diturunkan, http://Radar-Bangsa.com masih berupaya mengkonfirmasi ke Dinas Perizinan dan Dinas Kesehatan Pacitan terkait kebijakan tersebut.(Red)