DIDUGA TUTUPI ANGGARAN MILIARAN! Rapat Pleno SMAN 1 Pacitan Ricuh, Wali Murid Ngamuk Tagih Transparansi BOS & BPOPP
PACITAN, http://Radar-Bangsa.com – Rapat Pleno Komite SMAN 1 Pacitan yang digelar pada Rabu (23/9/2026) berlangsung memanas. Sejumlah wali murid mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran sekolah.
Sorotan itu mencuat karena pihak sekolah diduga tidak memaparkan secara rinci penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) periode 2025-2026 dalam laporan pertanggungjawabannya.
Dalam rapat yang dihadiri pihak sekolah, pengurus komite, dan wali murid tersebut, pihak sekolah hanya fokus memaparkan realisasi penggunaan dana yang bersumber dari sumbangan swadaya wali murid. Padahal, dana BOS dan BPOPP dinilai krusial dalam menunjang operasional dan kegiatan belajar mengajar.
Salah seorang wali murid berinisial AR (42) mengungkapkan kejanggalannya. Menurutnya, penyampaian laporan terkesan tebang pilih dan tidak komprehensif.
"Memang agak janggal, kenapa yang disampaikan pihak sekolah hanya penggunaan dana sumbangan wali murid. Dana BPOPP dan BOS justru tidak dipaparkan," ujar AR usai rapat.
Kejanggalan serupa disampaikan wali murid berinisial SK (45). Ia menuturkan, ketika ditanyakan, pihak sekolah berdalih tidak memaparkan rincian dana BOS dan BPOPP karena ada 'kebijakan lain' yang tidak dijelaskan secara eksplisit.
"Anehnya lagi, dana dari BOS dan BPOPP tidak dijelaskan karena beralasan ada kebijakan lain. Namun, bentuk kebijakan lain seperti apa juga tidak pernah dipaparkan secara terbuka," tegas SK.
Persoalan akuntabilitas ini kian meruncing. Saat dikonfirmasi, pengurus komite sekolah mengaku tidak mengetahui rincian penggunaan dan alokasi kedua anggaran tersebut dengan alasan baru mengalami pergantian kepengurusan dan tidak dilibatkan sejak awal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala SMAN 1 Pacitan terkait mekanisme pelaporan dan penggunaan dana BOS dan BPOPP periode 2025-2026. Sikap terbuka dari pihak sekolah dinantikan demi asas keberimbangan berita.(Redaksi)