Pacitan,Radar-Bangsa.com-Tak jarang, kisah kasih di sekolah mulai merebak hingga terjalin hubungan asmara.
Namun, di balik keindahan cinta, tersimpan petaka yang mengintai para remaja.
Masa remaja adalah momen peralihan dari usia anak-anak ke dewasa. Di masa ini, anak baru gede (ABG) mulai merasakan getar-getar cinta.
Tak jarang, kisah kasih di sekolah mulai merebak hingga terjalin hubungan asmara. Namun, di balik keindahan cinta, tersimpan petaka yang mengintai para remaja.
"Bga Nama samaran warga sudimoro yang saat ini sampai hamil di usia remaja saat menjadi polimik tersendiri.
Karna mereka masih sekolah,sedangkan Rka Nama inisial Warga Tulakan pun masih Pelajar".
Harus dibawa kemana anak yang sudah dikandung mereka?
"Dari sudut pandang mana, dalam Islam disebut pacaran itu tidak benar karena mendekatkan pada dosa dan sebagainya. Tetapi memang yang paling penting ada definisi, artinya kalau berteman secara khusus sih boleh-boleh saja,”terang nya.selasa (25/8/2026)
Orang tua yang peduli pada masa depan anak-anaknya tentunya khawatir atau ketar-ketir bila tahu anak remajanya, yang masih sekolah di SMk, sudah mulai pacar-pacaran. Padahal, di usia tersebut, mereka seharusnya hanya sibuk belajar dan bermain.
Saat ini, pacaran seolah-olah sebagai suatu hal yang biasa di dunia anak remaja. Para guru tidak bisa mengontrol kegiatan para siswa siswinya lebih detail, sehingga orangtualah yang harus lebih aktif memberikan pengarahan, Faktor terbesar yang mempengaruhi fenomena ini ada pada pengaruh media dan tayangan televisi yang semakin hari semakin tidak mendidik dengan banyaknya siaran yang jauh dari nilai dan norma sosial.
Hal ini diperparah dengan maraknya lagu-lagu percintaan dan jejaring sosial yang aktivitasnya tak terkendali.
Peranan orangtua sangat diperlukan dalam hal ini. Pola asuh, pola pendidikan dan pengawasan yang baik harus senantiasa diberikan agar anak memiliki pengertian dan pemahanan yang baik mengenai pacaran. Lalu bagaimana menyikapi dan menghadapi anak yang sudah mengenal pacaran dan gaya pacarannya yang kini semakin memprihatinkan.(Red)