di Duga Keluhkan IPAL Dapur MBG di Pacitan Bocor, Bau Menyengat Ganggu Permukiman Warga

Advertisemen

Advertisemen

di Duga Keluhkan IPAL Dapur MBG di Pacitan Bocor, Bau Menyengat Ganggu Permukiman Warga

Senin, 07 September 2026

Pacitan,Radar-Bangsa.com – Warga di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Warga Pacitan. Warga mengeluhkan dugaan kebocoran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang disebut telah mencemari lingkungan dan menimbulkan bau menyengat hingga mengganggu aktivitas masyarakat.senin,(7/09/2026)

Keluhan tersebut disampaikan warga yang tinggal di sekitar dapur MBG. Mereka berharap pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), serta instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi operasional dapur dan memastikan pengelolaan limbah telah sesuai dengan standar.

Salah seorang warga, DR mengaku persoalan dugaan kebocoran IPAL bukan baru terjadi sekali. Menurutnya, warga sudah beberapa kali menyampaikan teguran kepada pihak pengelola, namun hingga kini persoalan tersebut disebut belum terselesaikan.

"Sudah beberapa kali ditegur oleh warga. IPAL yang bocor itu baunya sangat menyengat dan mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar sini," kata dr.

Dr Mengatakan, limbah yang diduga berasal dari IPAL juga disebut mengalir ke saluran air di belakang permukiman warga. Bahkan, menurut pengakuan warga, aliran tersebut bermuara ke saluran irigasi yang mengairi area persawahan.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, feri Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur MBG di Kabupaten pacitan terutama terkait sistem pengolahan limbah agar tidak berdampak terhadap lingkungan.

"Kami berharap ada pemeriksaan dari instansi terkait. Kalau memang ada yang tidak sesuai SOP, segera diperbaiki demi kenyamanan masyarakat dan keberlangsungan program MBG," ujarnya ke media Radar-Bangsa.com.

Selain dugaan kebocoran IPAL, warga juga menyoroti kondisi lingkungan di sekitar dapur. 

Warga juga menyebut adanya endapan limbah di belakang dapur yang diduga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk serta menimbulkan aroma tidak sedap.

Tak hanya itu, sejumlah warga mempertanyakan penerapan standar kebersihan pekerja di dapur MBG. Berdasarkan pengakuan mereka, masih ditemukan pekerja yang mengenakan pakaian yang dinilai tidak sesuai standar higienitas saat menangani ompreng atau wadah makanan.

Warga juga mengaku melihat ada pekerja serta proses pengeringan peralatan makan dilakukan di lantai yang dianggap kurang bersih.

(Redaksi)