PACITAN,Radar-Bangsa.com–Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tengah mengepung Kabupaten Pacitan. Hingga saat ini, sebaran kasus telah merata di 24 Puskesmas di seluruh wilayah Pacitan dengan akumulasi jumlah pasien yang sangat fantastis, yakni mencapai 15.834 orang.
Menanggapi kedaruratan ini, Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, meminta masyarakat untuk memperketat langkah pencegahan (preventif), salah satunya dengan rajin mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Gagarin menjelaskan, musim kemarau panjang memicu peningkatan volume debu jalanan secara drastis.
Faktor risiko ini kian diperparah oleh ancaman debu vulkanik dari sejumlah gunung berapi yang sedang mengalami erupsi di Pulau Jawa.
"Kaitannya dengan musim kemarau ini, debu yang beterbangan sangat banyak. Ditambah lagi, ada beberapa gunung berapi di Pulau Jawa yang erupsi baru-baru ini. Tidak menutup kemungkinan abunya terbawa angin hingga ke wilayah Pacitan," kata Gagarin, Senin (7/9/2026).
Ia secara spesifik menunjuk aktivitas vulkanik seperti Gunung Semeru dan Anak Krakatau yang beberapa waktu lalu dilaporkan bererupsi.
Menurut Gagarin, jika arah angin berembus ke arah selatan, abu dan material mikro tersebut berpotensi besar masuk ke ruang udara Pacitan.
"Namun demikian, lebih dari pada itu, risiko musim kemarau ini sendiri memang menyebabkan penularan ISPA jauh lebih besar ketimbang musim penghujan. Ini yang harus kita antisipasi bersama," ucapnya.
Sebagai langkah awal perlindungan mandiri, Gagarin menyarankan beberapa tindakan taktis di lingkungan keluarga.
Selain wajib memakai masker di area terbuka, warga diimbau untuk tidak membuka ventilasi atau jendela rumah secara berlebihan pada siang hari, terutama saat angin bertiup kencang dan membawa debu.
Di sisi hilir, Gagarin meminta seluruh fasilitas kesehatan bersiaga penuh. Petugas medis di 24 Puskesmas diharapkan tidak sekadar fokus pada aspek kuratif atau mengobati pasien yang sudah terlanjur sakit.
"Petugas kesehatan kita harus siap siaga memberikan pelayanan terbaik. Namun, selain tindakan pengobatan, pemahaman atau edukasi mengenai apa itu penyakit ISPA dan bagaimana cara menghindarinya juga harus ditanamkan secara masif kepada masyarakat," kata politikus tersebut.
Kendati situasi penyebaran ISPA ini sudah menyentuh angka belasan ribu pasien, Wabup Gagarin mengakui dirinya belum menerima laporan perkembangan mutakhir mengenai peta penanganan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat secara mendetail.
"Kalau sampai sekarang, saya secara pribadi belum mendapatkan laporan resmi (dari Dinkes)," pungkas Gagarin.(Red)