Heboh!!!Wali Murid Keluhkan Menu MBG dari SPPG Ghania Tulakan,Pacitan

Advertisemen

Advertisemen

Heboh!!!Wali Murid Keluhkan Menu MBG dari SPPG Ghania Tulakan,Pacitan

Sabtu, 05 September 2026

protes keras setelah menemukan komponen buah (kedelai rebus) dalam kondisi busuk berbau tidak sedap dan berulat  


PACITAN,Radar-Bangsa com-Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Kali ini, sejumlah wali murid melayangkan protes keras setelah menemukan komponen buah (kedelai rebus) dalam kondisi busuk berbau tidak sedap dan berulat  pada paket makanan yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ghania kecamatan Tulakan.

Keluhan ini mencuat setelah para siswa membawa pulang paket menu kering tersebut. Saat dibuka oleh orang tua di rumah, kemasan edamame rebus yang seharusnya menjadi sumber protein dan vitamin justru sudah mengalami perubahan warna, berlendir, dan mengeluarkan aroma pembusukan yang menyengat.

"Anak saya membawa pulang paket makanan dari sekolah. Begitu saya periksa, buah edamamenya sudah tidak layak konsumsi dan baunya asam menyengat, jelas sudah busuk. Tentu saya larang anak saya untuk memakannya karena takut keracunan," ujar salah satu perwakilan wali murid dengan nada kecewa.Rabu,(02/09/2026)
Para orang tua murid menyayangkan lemahnya sistem pengawasan kualitas (quality control) di dapur produksi SPPG Ghania, Mereka mendesak agar pihak pengelola lebih teliti dalam menyortir bahan pangan sebelum dikemas dan didistribusikan ke sekolah-sekolah, mengingat makanan tersebut ditujukan untuk konsumsi anak-anak yang rentan terhadap gangguan pencernaan.

"Sementara, saat di konfirmasi awak media  beberapa walimurid juga menyampaikan keluhan terkait menu yang di salurkan sppg Ghania kepada sekolah kurang di minati anak-anak".

"Anak saya sering tidak mau memakan menu MBG tersebut, karena dari segi menu dan kwalitas yang kurang baik", tutur salah satu walimurid yang enggan di tulis namanya.

Merespons laporan tersebut, pihak manajemen SPPG Ghania menyampaikan siap untuk mengevaluasi kinerja tim pengemas, serta berkoordinasi dengan pemasok bahan baku agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Kasus ini menambah daftar panjang evaluasi pemenuhan mutu pangan Program MBG. Dinas Kesehatan dan Satgas Percepatan MBG setempat menegaskan akan segera turun tangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas SPPG guna memastikan kelayakan higienitas pangan demi keselamatan para siswa.

(Yuan/red)