Akses Makam Semanding Campurejo Kembali Ditutup, Proyek MERATA Rp100 Juta Terancam Molor
KEDIRI, http://Radar-Bangsa.com– Ada apa dengan akses menuju Makam Semanding Kelurahan Campurejo? Untuk kedua kalinya, jalan yang menjadi akses utama menuju lahan pemekaran makam kembali tertutup.
Kali ini, sebuah terop didirikan di tengah jalan, sehingga truk pengangkut material proyek pagar makam tidak dapat melintas, Selasa (22/9/2026).
Padahal, pembangunan pagar Makam Semanding merupakan bagian dari Program MERATA Pemerintah Kota Kediri yang diusulkan oleh masyarakat Campurejo dan telah disepakati oleh semua RT, RW, dan LPMK. Nilai pekerjaan sekitar Rp100 juta dengan target penyelesaian selama 45 hari.
Sebelumnya, akses tersebut juga sempat dipalang menggunakan bambu. Persoalan itu telah ditangani setelah Camat Mojoroto, Abdul Rahman, turun langsung ke lokasi dan meminta agar akses tidak kembali ditutup.
Bahkan, Camat secara tegas meminta Tiga Pilar Kelurahan – Bhabinkamtibmas, Babinsa dan LKK Kelurahan Campurejo – untuk ikut menjaga kondusifitas wilayah karena akses tersebut berkaitan dengan kelancaran pelaksanaan program pemerintah.
Ketua Pokmas Amanah, Heru, menegaskan Pokmas hanya bertugas sebagai pelaksana pekerjaan. Sementara persoalan akses dan dukungan terhadap kelancaran proyek semestinya menjadi perhatian pemerintah kelurahan.
“Semua itu untuk kebaikan bersama. Soal gangguan di luar pekerjaan, bukan tugas dan kewajiban saya untuk menyelesaikan,” tegasnya.
Penutupan akses jalan tersebut berkaitan dengan adanya penolakan sebagian kecil warga RT 19 terhadap pembangunan pagar dan pemekaran Makam Semanding.
Pertanyaannya, mengapa akses yang sebelumnya sudah pernah dibuka kembali ditutup untuk kedua kalinya?
Akibatnya, truk pengangkut material tidak dapat masuk ke lokasi, sementara waktu pengerjaan proyek terus berjalan.
Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah kelurahan dan pihak terkait agar persoalan akses tidak kembali menghambat program pembangunan yang telah dianggarkan oleh pemerintah.
(Redaksi)