Pacitan,Radar-Bangsa.com-Menyandang status Continue Unexplored (CUE), yang menandakan bahwa sistem lorong bawah tanah ini masih membentang luas dan menyimpan potensi eksplorasi lanjutan di masa depan.
Dukungan Sains dan Riset Kebangsaan
Selain pemetaan geografis, ekspedisi ini membawa misi ilmiah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tim berhasil mengambil sejumlah sampel penting berupa sedimen, sampel air sungai bawah tanah, serta beberapa biota khas gua dari berbagai titik di Sistem Ombo – Kebon untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.
Pengarah Ekspedisi Gahvara Yava 2026, M. Iqbal Willianto, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan seluruh anggota tim yang telah berjuang menembus batas eksplorasi bawah tanah Nusantara.
“Sejarah baru speleologi Indonesia berhasil kami ciptakan di tanah Pacitan. Capaian ini bukan sekadar angka pemetaan, melainkan persembahan nyata dari Tim Gahvara Yava 2026 untuk Kabupaten Pacitan dan Indonesia dalam memperkaya data geologi serta keanekaragaman hayati kawasan karst kita,” ujar M. Iqbal Willianto.
Temuan monumental ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kabupaten Pacitan, peneliti, serta pengelola kawasan Geopark Pacitan dalam memperkuat upaya konservasi lingkungan, perlindungan sumber daya air bawah tanah, serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kawasan karst di masa mendatang. (Pemkab Pacitan,Red)